← Kembali ke Blog

Membangun Aplikasi Cepat dan Scalable dengan Arsitektur Monorepo

Teknologi & Bisnis 2026-07-08 Oleh Ardi

Mengapa memulai dengan satu codebase tunggal (monorepo) menggunakan NPM Workspaces adalah pilihan terbaik bagi startup dan agensi teknologi modern. Solusi menghindari redundansi logika dan mempercepat waktu rilis ke pasar (time-to-market).

Tantangan Duplikasi Kode pada Skala Besar

Ketika sebuah produk teknologi berkembang, developer sering kali perlu membuat beberapa aplikasi pendukung yang berbeda namun menggunakan basis data dan alur kerja yang serupa. Sebagai contoh, pada ekosistem E-Warga, pada awalnya kita mungkin hanya membutuhkan aplikasi web untuk warga (apps/warga-pwa).

Namun di masa mendatang, instansi kecamatan akan memerlukan panel kontrol khusus (apps/kecamatan-dashboard) dan dinas kependudukan memerlukan aplikasi verifikasi (apps/disdukcapil-app).

Jika menggunakan struktur multi-repositori tradisional, developer terpaksa menduplikasi kode tipe data TypeScript, skema database, atau alur validasi di ketiga tempat tersebut. Saat terjadi perubahan alur, developer harus memperbarui ketiga repositori tersebut secara manual satu per satu—sebuah proses yang sangat rawan kesalahan.

Solusi NPM Workspaces & Shared Packages

Melalui penerapan Monorepo (NPM Workspaces), Arblok Digital menyatukan seluruh subsistem tersebut dalam satu repositori kerja yang teratur:

  1. Paket Logika Bersama (`packages/logic`)
  2. Seluruh logika bisnis seperti transisi status dokumen pengantar warga diisolasi ke dalam satu folder tersendiri. Logika ini diekspor sebagai pustaka lokal bernama `@e-warga/logic`.
  3. Paket Koneksi Database (`packages/supabase`)
  4. Konfigurasi klien, kueri database penting, serta migrasi skema Row Level Security diwadahi dalam satu paket `@e-warga/supabase` yang independen.
  5. Kemudahan Integrasi Lokal
  6. Aplikasi front-end warga tinggal mengimpor pustaka bersama ini menggunakan perintah impor standar. Saat kita menambahkan aplikasi kecamatan di masa depan, kita hanya perlu mengimpor library yang sama tanpa perlu menulis ulang satu baris kode database pun.

FAQ

Apa perbedaan Monorepo dengan Monolith?

Monolith adalah satu aplikasi besar tunggal di mana semua kode saling bertumpuk erat. Sedangkan Monorepo adalah satu repositori yang menampung banyak aplikasi independen dan paket terpisah (misalnya frontend warga, dashboard admin, dan logika inti) yang dapat dikembangkan dan dideploy secara terpisah tapi tetap berbagi kode yang sama secara modular.

Kapan sebuah proyek software harus beralih ke struktur Monorepo?

Sangat disarankan untuk mengadopsi Monorepo sejak awal pengembangan jika Anda berencana membuat beberapa aplikasi yang saling terhubung (misal: satu aplikasi untuk pengguna Android/iOS, satu portal admin desktop, dan satu backend server) yang berbagi logika bisnis, tipe data TypeScript, atau model database yang sama.

Butuh solusi yang sama untuk usaha, sekolah, atau instansi Anda?

Diskusikan di WhatsApp →